Kuraih tangannya, sekali lagi Evi tersentak namun tidak berontak. Video bokep “Thanks ya, Vi”. Malam yang sangat dinginpun menjadi hangat oleh sentuhan-sentuhan tubuh Evi. Evi hanya menggelengkan kepala, seolah tidak bersemangat menanggapi kehadiranku. Pengecut!!!Siang itu, aku sedang ngobrol dan bercanda-canda dengan Tia di teras Depan Kantor. “Engga cape , Vi, Kok belom bobok ?” tanyaku membuka percakapan. tiba-tiba Evi membawakan sebuah lagu. Aku hanya tersenyum dalam hati. Sebelum berenang Tia membisikkan niatnya untuk mandi bersama “Tia bawa aroma terapi, enak deh. Begitulah setiap hari kami lalui berdua, tanpa komitmen apapun dan tidak lebih dari hanya sekedar pegangan tangan, cium kening, saling ngegombal satu sama lain. Evi? Evi? tiba-tiba Evi membawakan sebuah lagu. Ada apakah ini, Tuhan?Hari itu hujan cukup deras mengguyur kota Cirebon, hingga akhirnya di kantor hanya tersisa aku, Evi dan satu teman lagi. Sepanjang jalan, tangan Evi selalu menggelanyut manja dan kepalanya di sandarkan dilenganku seakan tidak peduli berpasang-pasang mata menatap heran ke arah kami.




















