Aku melirik jam dinding.., sudah jam 23.15.“Ada apa sih mas, kok lihat jam??? Ehh.., suami mbak terlalu juga ya. Indo bokep Ohhhhh….., ahhhhhhhh” Tampak seluruh badan Dewi mengejang beberapa saat dan kemudian mengendur pelan-pelan. Jadinya aku santai-santai sambil browsing materi kuliah, sambil slonjor-slonjor dan ngemil kacang.Sekitar jam 9 ada suara motor berhenti diluar. “Makasih ya mas” sambil dia merapikan kembali seragam polwannya. “Okey mas, makasih”Beberapa menit sambil browsing aku curi-curi lihat ke mbak polwan tadi. Karuan aja aku mengelinjang kesana-kemari.Perlahan tangannya membuka risluting celanaku, diturunkan sebatas lutut. Sambil mataku lihat jam dinding, 22.30. “masss…., puas ya” ucapnya lembut dan manja…, aku hanya mengangguk sambil tersenyum. Ini juga buat nambah-nambah biaya kuliah” jawabku sambil berusaha tersenyum, tapi masih kaku…. Badanku kayak kejang semua jadinya.“Mas, mau kan sama Dewi? Wajahnya betul-betul rapat dengan wajahku, bikin aku gelagepan.“Belum mbak, pacar aja gak punya, ciuman juga belum pernah…” jawabku jujur. Cuma karena celana Cuma dilorot sebatas lutut, maka agak sulit untuk sampai




















