Ugh,” kalimat yang pasti akan keluar dari mulut Miranda sambil meronta-ronta.“Wallah.. Bokep montok Hari-hari dijalaninya dengan ketidak berdayaan. Kamu tidak nakal di rumah khan??” sapaku. Jangan macem-macem, nanti jam 18.00 aku kembali,” ujarku sambil membiarkannya terikat tanpa menyumbat mulutnya.Dua hari sudah aku menyekap Miranda di rumahku. Tapi hari makin hari mungkin Miranda merasakan sayang dariku meski segalanya berawal dari sebuah penculikan. “Mas.. Kamu khan baru mulai cuti 2 (dua) minggu..” sergahku. Sebagai seorang eksekutif, jam kerjaku lebih fleksible. Kalau kamu tidak menolak cinta ku, kejadiannya tidak akan seperti ini..”Wajahku menunjukkan penyesalan padanya lalu perlahan aku cabut lakban yang membungkamnya sambil mengancam.“Awas kalau kamu berteriak..”. Aku pulang agak malam dan agak mabuk karena terlalu asyik dengan mitra kerjaku.Aku sangat bernafsu saat melihatnya tertidur pasrah terikat di kamarnya. Menyingkapkan roknya ke atas, menurunkan pantynya dalam keadaan kaki masih terikat serta menunggunya.“Maass, sudah..”Aku bantu dia membersihkan vaginanya lalu aku bopong kembali ke kamarnya.“Miranda.. Kamu ini lucu sekali..




















