“Iya.” gumamnya lirih.Bener!! Perlahan-lahan, dua centi lima centi masih sempit sekali.“Aduuuh Masss… sakiiit…” rintih Maya.Aku hentakkan batang penisku sekuat tenaga.“Jruub…”Langsung amblas seketika sampai ujungnya menyentuh dinding rahim Maya. Bokep montok Karena geli selakangnya membuka lebar. Sedang tangan kiriku masih terus meremas payudara Maya bergantian dari balik kaos.Tak tega rasanya membiarkan Maya kehilangan kenikmatannya. Aku segera menyomot payudara Maya dengan mulutku.“Mmmm… suuup… mmm…” kukenyot-kenyot lalu aku sedot putingnya. Semua teman kostku pada ngapel atau entah nglayap kemana. Ujungnya tersentuh sesuatu cairan yang hangat. Rasa sakitnya berangsur-angsur hilang.Aku tuntun penisku bergoyang-goyang.“Sakit sayang…” kataku. Nanti tak bantu ngerjain peer, tak kasih bonus pelajaran pacaran mau?”Gadis itu cuman senyum saja kemudian masuk rumah induk. “Aah… Mas Andra nakal deh…”Sekali lagi Maya mencubit pahaku. Kemudian bibirku menyentuh bibirnya yang seksi itu, lembut banget. Pintu sudah aku tutup, tapi nggak aku kunci.




















