“Ray, aku menyayangimu.”
Ah, Chie. Vidio porno Bukan emosi terhadap Jay, melainkan terhadap dirinya. Dan karena itu pulalah aku tidak menghajarnya, walaupun itu adalah tujuanku sejak semula. Aku butuh penjelasan.”
“Sayang, emosimu membuyarkan penjelasanku waktu itu.”
“Maaf,” desahku, bahkan kini aku pun tak mampu memandangnya. “Sebelum aku menjadi milik bule. Oh God.Jay memang harus diakui memiliki hati dan jiwa yang sungguh luar biasa. Mungkin aku takkan sesedih Chie, mungkin juga. Hei!” Jay berteriak gaduh. “Chie akan menikah enam bulan lagi.”
Ah? Seandainya aku…Surabaya, awal Juni 1999Persiapan ujian benar-benar membuat kami sibuk. “Aku besok ujian, Chie.”
Kulihat jam dinding yang menunjukkan pukul 23.30 malam. “Chie, jangan!”
Chie mendesah. “Chie, sudahlah.”
“Ray, Papa udah nggak ada.”
Kuusap belakang kepalanya, menekan tengkuknya, berusaha melegakannya. Ia serius. Jay sekarang ada di sebelahku, dengan rokok Dji Sam Soe kretek di bibirnya. Masih banyak gadis untukku.




















