Kami memiliki seorang pembantu, Sumiah namanya, berumur kurang lebih 23 tahun, belum kawin dan masih lugu karena kami dapatkan langsung dari desanya di Jawa Timur. Bokeb “Pake, rhemason apa balsem Pak?” tanyanya. Tak lama kemudian, tangannya merangkul erat leherku, kakinya menjepit pinggangku, pantatnya naik turun, matanya terpejam, bibirnya digigit sambil mengerang, “Pak.. uuf sakit Pak..”. enakhh..” Pada saat aku menyemprotkan air maniku, dia diam tidak bergerak, wajahnya meringis merasakan cairan asing membasahi kerongkongannya, hanya aku saja yang membimbing kepalanya agar tetap tidak melepas kulumannya.Setelah aku lemas baru dia melepaskan kulumannya, “Udah Pak?, apa masih sakit Pak?” tanyanya lugu, dengan wajah yang memelas, bibirnya yang basah memerah, dan sedikit berkeringat. Lalu dengan perlahan kutusukkan lagi, sempit memang, “Akhh.. akh.. akh.. “Jangan.. “Akh.. “Jangan.. “Pak, kok jadi besar?” tanyanya kaget. akh.. Aku adalah seorang ayah dari 2 orang anak lelaki yang berusia 9 dan 4 tahun.




















