masa gue bilang-bilang, nanti kamu nggak mau lagi ngocokin gue”Lydia kembali hanya tersenyum padaku dan setelah menyisir rambut panjangnya dia pun beranjak menuju pintu.“Gue bersih-bersih dulu yah, abis itu mau bobo” ujarnya sebelum membuka pintu.“Thanks yah Lyd.. XNXX bokep kan bisa besok..”“Nggak bisa, kan kumpulnya besok pagi-pagi”Aku bergegas bangun dan mengambil peralatan mandiku tanpa menghiraukan ocehan yang terus keluar dari mulut Voni.“Ya udah, gue mandi dulu, loe nyalain tuh komputer!”
*****
Tulisan di layar komputerku sepertinya mulai kabur di mataku. Aku hanya diam ketika dia melakukan hal itu, pikirku mungkin saja dia berubah pikiran. Tetapi ternyata dia kemudian menggenggam penisku dan dengan pelan mengocok penisku naik turun dengan irama yang teratur. loe harum amat, pake parfum apa nih?”“Bukan parfum, lotion gue kali”“Lotion apaan, bikin terangsang nih” candaku.“Body Shop White Musk, kok bikin terangsang sih?” tanyanya sambil tersenyum kecil.“Iya nih beneran, terangsang gue nih jadinya”“Masa sih? Aku memandang punggung Lydia yang berjalan pelan ke arah kamar Voni.




















