Maklum saja ia belum memasang shower untuk keramas. Kupegang kedua bahunya dari belakang dan kupijit perlahan. Bokep barat Kubersihkan head tape dan rodanya, lalu kucoba menghidupkannya lagi. “Ya Mbak. Mbak Antik mendongakkan kepala memberikan tempat bagi bibirku. Ia kembali dengan membawa handuk kecil, body lotion, piring kecil dan minyak kayu putih. Beres, kini tinggal upahnya saja,” kataku sambil tersenyum.“Berapa?” balasnya. Mbak Antik datang dengan membawa seember air dan gayung. Lumayan, sekarang suaranya sudah mulai bening, namun bas dan treblenya belum pas.Kuambil obeng kecil dan mulai menyetel baut headnya. Mbak Antik menggamit lenganku dan berkata, “To.. Ouuhh” “Ouhh.. Hhuuaahh. Desiran dan tekanan aliran lahar yang sangat kuat memancar lewat lubang kejantananku.“Mbaakk.. Keramas dulu biar bersih” Akupun menurut saja dan duduk setengah berbaring telentang di bak keramas salon.Mbak Antik kemudian menuangkan shampoo dan mengusapkannya dengan lembut di kepalaku.












