Terapi Keluarga Yang Panas: Kisah Karantina Dan Petualangan Seks Liar Bagian 1

Pijatan didekat daerah kemaluanku membuatku secara tidak sadar melebarkan pahaku, menurutku Fariz dapat melihat bulu kemaluanku yang tidak terlalu lebat itu. XNXX bokep “Aku juga ga rugi dianterin kamu”, jawabku singkat lalu kembali mengulum penis Fariz.Setelah penis Fariz bersih dari sperma kamipun berbaring terlentang tanpa pakaian.,,,,,,,,,,,,,,,, “Aaaahhhh…oouuuhh….uuuhhhhh….jilatin aja Riz”, kataku tak tahan sambil menurunkan kepalanya kekemaluanku.Fariz mulai menjilati vaginaku, mula-mula meras aneh, mungkin karena aroma khas vagina yang telah basah. Akupun memberikan kunci mobilku kepadanya.Akupun menuju kamarku. Farizpun mulai memijit kakiku. Dari obrolan kami ku ketahui mereka baru kelas 2 SMP. Fariz tampak terkejut, “Bisa tante”. “Yang itu Riz, jilatin ‘itu’ tante”, pintaku setengah memelas. Puas berciuman aku mengarahkan kepalanya ke bauah dadaku. Sesampainya di kamar, aku langsung menutup pintu dan menuju kamar mandi, aku sudah tidak tahan menahan pipis sejak di tol tadi. Plok..plok..plok..vaginaku berbunyi karena sangat basah.Kugoyangkan badanku maju mundur, penis Fariz melesak penuh kedalamku.

Terapi Keluarga Yang Panas: Kisah Karantina Dan Petualangan Seks Liar Bagian 1

Related videos