Karen tidak pernah melakukan hal seperti ini. “Hmm, agak capek sih, mungkin gara-gara capek kali ya?”, jawab Karen. Bokeb Ia takut tidak bisa isi pulsa lagi, tidak bisa beli kuota internet, takut tidak bisa narsis lagi di Facebook dan Instagram, dan ia sangat takut tidak bisa BBM-an lagi dengan teman-temannya.***
Sebuah harapan baginya ketika ia melihat tempelan secarik kertas di tiang listrik ketika ia coba berjalan kaki menyisiri kota untuk membagikan surat lamarannya. Baru kali ini ia merasakan puting susunya dikenyot-kenyot dan vaginanya dijilat-jilati.“Tenang saja say… Justru bagian ini yang gaji nya gede…”, bisik Fahmi di telinga Karen. Karen menghabiskan uang tersebut untuk shopping, seperti halnya anak muda borjuis, Karen langsung saja ganti handphone termahal.Merasa uang tersebut besar sekali, ia jadi kecanduan untuk memperolehnya lagi.“Tenang saja… Video kita jualnya di luar negeri, saya mau jelaskan eh kamu duluan kabur…”, kata Florensia ketika Karen menemuinua kembali. Sedangkan Guntur membuka lebar paha Karen dan menjilati vaginanya.




















