Kusediakan pula asa 1000 untuk intensitas cahaya rendah.Akhirnya Ivan datang bersama seorang cewek yang lumayan membuatku terpana. Bokepindo Tangannya memegang cardigannya seperti hendak dilepaskan.“Gini Lia, gue pingin bertahap, gue pingin elo gue potret dengan baju lengkap dulu.”
“Tapi gue nggak sempet bawa kostum lho?”
“Nggak apa-apa, pakaian lu oke kok..!” pujiku. “Deal..!”
Aku mengerti sekali doi tidak ingin fotonya itu tersebar kemana-mana.“Tapi ini sukarela lho.., maksud gue karena bukan buat publikasi jadi nggak ada honor apapun.” jelasku, si Ivan mendengarkan serius sekali. Busyet.., putih sekali nih anak. Motret model bugil..! Dia tersenyum. Vaginanya tercetak jelas di balik CD-nya. Kusuruh Lia agar posisi tubuhnya agak menungging biar pinggulnya benar-benar terekspos frontal ke kamera. “Posenya gimana..?”
“Terserah loe, make it relax..!”
Kemudian Lia duduk dengan manis di atas sofa, kedua kakinya dirapatkan, aku dapat melihat pada saat ia duduk rok mininya agak ketarik ke atas.




















