“Ugh, ibu kentut,” kata Efi tetapi Ayu hanya bisa mengeluarkan suara seperti seseorang yang sedang dicekik lehernya.Hanya sekali itu saja saya pernah menyetubuhi Efi. Bokep jilbab Saya merasa kepala penis saya sudah mulai masuk tetapi rasanya sangat sempit.Saya sudah begitu terbiasa dengan lobang kemaluan Ayu yang longgar dan penis saya tidak pernah merasa kesulitan untuk masuk dengan mudah. “Hayo, ibu main kancitan,” katanya lagi. Saya menarik penis saya keluar dari lobang kemaluan Efi. Efi mulai membuka pahanya makin lebar. “Ayo, Efi mau kancitan, ndak?” kata Ayu. Efi mulai membuka pahanya makin lebar. Kami rileks saja karena sudah begitu seringnya kami bersanggama. Sebentar kemudian Ayu datang membawa satu baskom air dan satu handuk kecil.Dia pun mulai mencuci kemaluan Efi dengan handuk kecil itu dan saya perhatikan kemaluan Efi mulai memerah karena digosok-gosok Ayu dengan handuk tadi.




















