“Diingat tuh, tar bangkrut kita kalau dihutangin terus…”, kata Syamsul menyindirku. Melihat itu Anti langsung pucat, ia seperti tidak menerima semua ini. Bokep indo Kudorong tubuhnya jatuh, lalu ku tindih. “Loh, cewek tadi belum datang bayar hutang Din?”, tanya Syamsul. “Mas sibuk ya?” tanya ranti sambil memberikan uang padaku. Rayuan gombalku berhasil, pelan-pelan kulepaskan kancing baju ranti, ia tidak melaean, sambil berciuman bibir aku melepaskan pakaiannya. Kusedot dengan penuh nafsu dan ranti pun mendesah menikmati percintaan kami. Namun, cinta kami akan terus aku kenang hingga akhir hayat. “Belum bro…”, jawabku.“Lu jangan mau termakan rayuan orang bro, muka boleh cantik, tapi kita kan gak tau hatinya gimana?!”, tegur Syamsul.“KTPnya kan kita sita mas bro…”, jawabku membela. “Belum bro…”, jawabku.“Lu jangan mau termakan rayuan orang bro, muka boleh cantik, tapi kita kan gak tau hatinya gimana?!”, tegur Syamsul.“KTPnya kan kita sita mas bro…”, jawabku membela. “Gak juga sih…”, jawabku.“Gini, Anti mau ke kampus tapi motor dibawa adik, boleh minta tolong




















