“Nggak pa-pa nih? Bokef Aku tidak mau dia tahu kalau ternyata yang di dalam VCD ini bukan seperti yang ada di benaknya. “Bukan, ah kamu ini, Den. Ia memegangi kepalaku dan ingin mengulum kemaluanku yang tak kalah menantang, namun aku tak mau melepaskan kulumanku. “Mendingan kamu beresin semua yang aneh-aneh, soalnya saya nggak sendirian!” kataku sambil tetap di depan pintu kamar DJ yang tertutup. Kemudian Aryo membuka satu persatu kancing bajuku. Aku terburu-buru ke kamar mandi. Dan tak lama kemudian aku dan Aryo sudah berada di atas motor, pulang. “Masuk aja, dia ada di kamarnya”, kata kakaknya sekali lagi.Kemudian aku segera masuk, menaiki tangga, dan Aryo mengikutiku dari belakang, kuketuk pintu kamar DJ. “Enak aja minjem, ini tuh barang dagangan.”
“Ayolah Jay..”, rayuku.Akhirnya rayuan gombalku membuahkan hasil.











