Tapi dia tidak menghiraukan ucapanku tadi, dan dia meronta semakin kuat. Kemudian Widya membalasku dengan teriakan minta tolong. Bokef “Bangsaat kamu Zen!! Maamaa!!”Nampaknya jika Widya merasa kesakitan dia selalu berteriak memanggil ibunya. ha.. Kemudian tali yang mengikat ketat tangan Widya sejak dari pagi tadi kulepas, lalu Widya membuka kedua tangannya secara berlahan-lahan dan dengan sedikit gemetaran, mungkin karena terlalu lama dalam keadaan terikat dan ikatannya sangat kencang.Kemudian setelah itu langsung saja Widya kutarik keluar dari mobil dalam keadaan telanjang bulat, yang menutupi tubuhnya tinggal kaus kaki beserta sepatu sportnya, karena rencanaku semua pakaian Widya termasuk BH dan CDnya yang telah berlumuran darah keperawanan Widya itu akan aku gunakan untuk masturbasi nantinya termasuk juga foto-foto bugil Widya yang telah kuambil sebelum ia kuperkosa tadi.Widya benar-benar nampak panik. Tapi peduli apa aku. Akh! Kita lihat siapa yang dapat mendengarmu!!”
Setelah lama sekali minta tolong sampai suaranya parau (mungkin karena kelelahan) dan tidak menghasilkan apa pun, akhirnya Widya hanya bisa menangis




















