Dari awal kedekatanku dengan Tia ini yang membuat perasaan kami berbeda, karena tidak bisa sedetikpun kami berpisah. Bokep indo Hujan tidak juga berhenti. Tanpa bermaksud untuk membuatnya kaget, aku langsung duduk di samping Evi. Meskipun suaranya engga bagus-bagus amat, tapi cukup menghibur lah apalagi katanya khusus dinyanyikan untuk aku.Setelah selesai menyanyikan lagu itu, Evi langsung menarikku ke luar..Kami memisahkan diri dari rombongan memilih lokasi di anak tangga bungalow diujung taman yang kebetulan sepi. Dua hari dari kejadian itu, Evi masih terlihat marah padaku. Hampir setiap hari Tia datang ke kost ku, mulai dari hanya sekedar ngobrol di kamar, jalan-jalan ke mall atau bahkan nongkrong di kafe. aku hanya mengikuti setiap gerakan Evi tanpa perlawanan dan tanpa balasan. Rudi menatap curiga ke arah kami yang mungkin masih terlihat tidak siap dan kacau.Setelah makan malam selesai, acara selanjutnya dimulai. Karena posisi kursinya menghadap samping dan berhadap-hadapan maka aku putuskan untuk menghadap ke depan dan duduk di belakangku dalah Tia.Sedangkan Evi




















