Dan bagusnya, bocah itu bisa bertindak lebih dari sekedar anak.Itu dibuktikan Safiq saat mereka berbincang berdua sambil menunggu mas Iqbal yang bekerja lembur. Bocah itu pasti lebih menderita.Anis mulai meneteskan air mata. Bokeb Ia jilati sebentar perut Anis yang masih langsing dan kencang sebelum mulutnya parkir di kewanitaan perempuan yang sudah membiayai hidupnya itu.”Jilat, Fiq!” Anis meminta sambil membuka kakinya lebar-lebar, memamerkan kemaluannya yang sudah becek memerah pada Safiq.Si bocah menelan ludah, memandangi sebentar lubang indah yang terakhir kali dilihatnya sebulan yang lalu itu. Tapi tak bisa dipungkiri, pesona Safiq sudah menjerat nafsu birahinya. Hati dan kesadarannya sudah tertutup oleh nafsu birahi.“Fiq, ooh… oohh… terus… arghhh…” Anis sendiri terkejut oleh teriakannya yang sangat kuat. Safiq yang mengerti apa keinginan sang bunda, segera menurunkan ciumannya. Wanita itu memeluknya dengan erat. Wanita itu memeluknya dengan erat. Ia sudah menanti hal ini dari tadi. Safiq bisa merasakan kalau Anis tidak memakai BH, tubuh sintalnya cuma dibalut daster hijau muda yang




















