Malah akhirnya Dik Kandar mengambil inisiatif mengambil kasur dari kamar tidur untuk dihamparkan ke lantai.Akhirnya kamipun menonton TV sambil tiduran, aku dan Kandar bersandar didinding berjajar Cuma berjarak setengah meter sedang Mas Dirga tiduran di pahaku. Bokeb Ya.. Sekali kali tangannya meremas bokongku.Aku mulai on lagi dan otot-otot vaginaku mulai berdenyut-denyut tapi tiba-tiba Mas Dirga menghentikan kocokannya, dan mencabut penisnya, aku masih tanggung tetapi aku memang juga tidak ingin selesai sekarang, aku masih berharap Kandar bangkit lagi setelah istirahat.Aku ingin Kandar memompaku dulu baru Mas Dirga yang mengakhiri puncaknya. Mau coba aku punya caranya….Tamat… Eghh.. Aku.. Setelah itu aku kekamar utama menyisir rambut ku di depan cermin.Tak lama kemudian kulihat mereka berdua mengendap-endap beriringan masuk kamar aku seolah tak melihat. Walaupun tidak terlalu luas namun kebun ini cukupanlah untuk hiburan dan cukup nyaman untuk beristirahat.Entah apa sebabnya Mas Dirga hari itu dengan manja tiduran berbantal pahaku di depan Dik Kandar setelah selesai makan malam sambil menonton TV




















