Waktu aku melihat siapa si pembuat onar itu, kulihat Mas Darmin, blantik (pedagang sapi) tetanggaku, sedang berdiri dengan mata merah dan berapi-api. Bokeb Kubuka pintu kamarku dan aku memanggil salah satu tukang ojek yang mangkal untuk mengantarkannya pulang. Aku mengutuk dalam hati. Suaranya lebih mantap ketika menjelaskan: “pertamanya. Matanya tertutup rapat dan mulutnya juga terkatup rapat. Suminem itu apanya dia? Beberapa waktu aku sempat ikut bisnis jual beli mobil bekas, tetapi bangkrut karena ditipu orang. Pahanya juga sangat mulus meskipun agak sedikit buntek (nggak apa-apalah..nobodies perfect kata orang Inggris). Sekali lagi aku menunduk ke bawah, mulai komat-kamit membaca mantera matematikaku. Kemudian aku menghela napas dan berkata: “aku juga harus melakukan yang sama Nduk. Kupelototi dia sehingga dia cepat-cepat lari ngibrit sambil terkikik-kikik. Aku bertanya: “mana lagi Nduk, yang dicium si Kasno?”, Suminem sekarang menunjuk belakang telinganya, dan jarinya turun menyelusur leher: “di sini Mbah..” katanya.




















