Meskipun mendapatkannya di dalam mulutnya tak mampu meredakan gairahnya.Mereka dapat mendengar bunyi langkah kaki Dhika yang menaiki tangga, dan Citra langsung berdiri. Bokef Citra mengerang lirih, tubuhnya yang disangga oleh kedua lengannya jadi agak maju ke depan. Begitu banyak sperma yang tertumpah di dalam vagina Citra.Erangan keduanya terdengar saling bersahutan untuk beberapa saat hingga akhirnya mereka tersadar kalau suara dari dalam kamar mandi sudah berhenti, dan tak menyadari sudah berapa lama itu tak terdengar.Bibir Galih mengunci bibirnya dan mereka saling melumat untuk beberapa waktu seiring kejantanan Galih yang melembut di dalam tubuhnya. Sekarang Galih menjadi lebih terbakar lagi, ini lebih dari cukup.“Nggak ada yang harus kamu permalukan, setidaknya itu pendapatku setelah apa yang sudah aku lihat tadi!” katanya tenang. Citra yang sedang asik dengan batang keras dalam genggaman tangannya tak menghiraukan apa yang dilakukan Galih. Jadi pekerjaan Citra selain menjaga bayi dia harus mempersiapkan kamar untuk sahabat.Galih adalah sahabat lama suaminya saat kuliah dulu.




















