Eranganku itu berhasil menarik perhatian Eddy. XNXX Jepang Spermaku banyak sekali. Gue aja enggak malu nunjukkin kontol gue. Dengan gemas, kusingkirkan kedua tangannya.“Loe enggak usah malu-malu kucing gitu, Eddy. Tapi apa yang akan kami teliti?“Aku tahu,” jawabku. Sulit sekali untuk tak menyentuh kontolnya dan menghisapnya.“Ed, gimana kalau kita saling coli’in kontol? Kontolku yang dari tadi ngaceng langsung memperlihatkan dirinya dengan bangga. Kontan perutku terasa kosong lagi. Langsung saja kupelintir.“.. “Ed… Ooohh.. Tapi bagian apa dari reproduksi yang akan kita teliti?” tanya Eddy, sibuk membongkar buku teks biologi P&K yang tebal dan besar itu. Lalu, Eddy kembali menusukkan kontolnya, sampai mentok.“AARRGHH!!!” erangku, masih saja terasa sakit.Selama beberapa menit, dia ngentotin pantatku dengan gaya tusuk-keluar seperti itu. “.. “Sebab kita berdua masih akan terus ngentot. Eranganku itu berhasil menarik perhatian Eddy. AAARRGGHH…”Tak ayal lagi, tubuhku sedikit berguncang akibat nikmatnya memainkan putingku. Kuakui, saya sudah jatuh cinta padanya. Dengan erotis, kami saling mengusap-ngusap tubuh, memakai sperma kami sebagai lotion.




















