Kudu banyak diajarin. Bokeb Gue cabut dulu.Setelah berpamitan dengan Pak Darmawan dan Gilang, Bagas keluar ruangan dengan berkas yang tadi kutandatangani. Bantu Bapak.Aku panik. Terus sekarang lo mau gimana? Udah gue bilang kan, gak usah keseringan belanja. Jadi kamu tidak perlu melakukan penelitian di lab.Maksud bapak?Kamu ambil data dari proyek saya saja. Akan jadi apa aku nantinya jika aku harus ke pelosok seperti itu?Tidak ada pilihan lain, Pak?Lah kan nak Tania sendiri yang bilang kalau tidak punya uang untuk penelitian di lab.Iya Pak, maksud saya, selain ituSebenarnya sih ada yang lebih gampang, kamu mau nggak?Kalau lebih mudah, saya mau Pak.Begini. Bantu Bapak.Aku panik. Kalo gue gak dapet keringanan, gue pinjem duit lo ya Nat.Kurang ajar emang lo.—
Aku berdiri di depan ruangan dosen pembimbingku. Gilang ikut-ikutan mengompori.Dengan menahan malu, aku mengangguk pelan lalu menundukkan kepala.Jawab yang sopan, goblok!




















