Entah kenapa lagi-lagi dadaku berdebar kencang. Banyak karyawannya, urusan kerjaan semuanya tak serahin ke general managernya. Bokep hijab Montok sekali, aku pun meremas-remas dadanya. Ia memejamkan mata, tampak ia menikmatinya. Kami kelelahan dan tertidur di atas sofa, Aku memeluk mbak Dewi.Siang hari aku terbangun oleh suara HP. Ha? Ia memakai tshirt ketat. Dadanya mbak Dewi besar juga. Tampak mbak Dewi asyik menonton tv. Kulumat, kujilat, kuhisap. Lalu kami pergi belanja. Dan mbak Dewi sepertinya adalah satu-satunya wanita yang menggerakkan hatiku. Tampak mbak Dewi melihat-lihat isi kulkas.“Waduh, wan, bisa minta tolong bantu mbak?”, tanyanya.“Apa mbak?”“Mbak mau belanja, bisa bantu mbak belanja? Pertamanya aku tak tahu kalau itu adalah mbak Dewi. Dan aku menembakkan spermaku ke rahimnya, banyak sekali, sperma perjaka. Aku tak tahu apa itu. Dan aku menembakkan spermaku ke rahimnya, banyak sekali, sperma perjaka. Ia hisap, ia basahi dengan ludahnya. Mbak rela punya anak darimu wan”, katanya.Aku tak menyia-nyiakannya.




















