Aku bisa berkata begitu karena selain punya usaha yang mapan, rumah yang mewah, aku juga memiliki seorang istri yang cantik bernama Ivana.Tetapi ada satu hal yang membuatku tak bisa dikatakan sebagai laki-laki yang berhasil, bahwa aku sendiri sama sekali tak bisa memberikan nafkah batin bagi istriku. Bokeb “Bim ibu mau tanya kamu dah pernah beginian ama perempuan apa belum?”tanya istriku pada Bima. Ivana pun segera memakai bantal kecil itu dibawah pinggulnya, ia mencoba buat posisi dimana ia bisa cepat hamil.“Bim gimana apa kamu dah siap?” tanya istriku. “Bim bapak mau minta tolong, kamu mau kan. Sudah kuduga dia ini cukup polos orangnya, lalu segera saja akupun menjawabnya. “Ngak usah kamu puasin aja dulu, aku gampang kok bisa sarapan dikantor.”Begitulah sampai berangkat kekantor aku masih melihat Ivana main dengan Bima, dalam hati aku puas karena bisa melihat senyum Ivana lagi.




















