Akkkk!!” pekikanku meledak menyertai gelinjang liar tubuhku dan ledakan kenikmatan klimaks dlm tubuhku, membikin Irfan terus mengendalikan gerakannya yg tadinya cepat dan kasar itu menjadi perlahan dan kembali lembut. Bokep montok Darahku terus berdesir. Riiikkkk.. Sepulang dari dokter, tetap dgn jalan tertatih-tatih, Irfan menganjurkan utk mengantarku pulang saja, dan tidak kembali ke kantor supaya aku bisa beristirahat. Sebuahkenyataan yg tadi sama sekali tidak terpikir olehku mulai merebak dlm kesadaranku. Sama sekali tdk tampan, bahkan cenderung keras, wajah Irfan sangat bertolak belakang dgn sikapnya yg demikian lembut memperlakukanku selagi ini. Aku sudah menikmati lakukanan nista dan sudah mengkhianati suamiku. Lama kelamaan kudapatkan tidak sedikit ketepatan di antara Irfan dan aku yg tidak kudapatkan dlm diri suamiku. Gairah Irfan yg sempat tertahan tampak terus terpancing dan ia mulai kembali menggerak-gerakkan pantatnya perlahan-lahan, menggesekkan k0ntolnya pd dinding meqiku.




















