Bisa dibilang ia juniorku di kampus, tapi sayangnya tidak pernah ketemu karena berbeda jurusan apalagi sekarang aku pun sudah lulus dan bekerja.Sinta juga bercerita sedikit tentang pacarnya dahulu. Setelah menyerap informasi yang cukup, aku pun menghabiskan kopi dan membayar lantas kembali menaiki sepeda motorku. Bokepindo Sungguh gila, namun hal itu membuatku semakin menyukainya. Rumahnya cukup besar, ruang tamunya dipenuhi beberapa hiasan antik. Lampu kuning yang temaram, menambah kenyamanan kamar tersebut.“Nih, tidur disini aja mas…” Ujar Sinta.Aku pun mengangguk, lalu meletakan tas ku di samping kasur tersebut. Sudah malam. Emang aku tinggal sendiri, Mas. Aku pun berpikir panjang, dan menyetujui tawarannya.“Oke deh, Mbak, numpang neduh dulu kalau gitu…” Jawabku,Aku pun memasukan motorku dan mengikuti Sinta masuk ke dalam rumahnya.Aku terperangah melihat isi rumahnya. Aku pun segar dengan cepat, dan menikmati kegiatan Sinta. Tetangga disini cuek kok. Wanita cantik yang baru saja ku kenal kurang dari tiga jam, kini sedang berbaring hampir telanjang di hadapanku, menunggu untuk ku nikmati




















