Suatu siang sepulang sekolah, rumah
tampak sepi. Bokep stw Kak
Tina! Aku menuju kamar. Kak Tina mengambil novelnya, hendak menyimpannya di
dalam lemari. “Sapto. Dia tidak melarang. Kak Tina percaya. Saat tidur aku
merasa ingin pipis. Pasti dia tak sadar kalau tanganku tanpa
sengaja telah terlempar ke tubuhnya. Tinggallah aku
sendiri. Aku
terus membacanya, jakunku yang mulai tumbuh bergerak-gerak menelan
ludah. Aku memegang celana
pendekku di daerah depan. aah, aku semakin deg-degkan. “Bangun! Samar-samar
kuamati ada sekumpulan rambut di sana. Saat
ini aku merasakan puber yang sebenarnya.Saat tangan Kak Tina mencoba
meraih ritsluiting celanaku, terdengar suara motor bebek memasuki
halaman rumah. Pahanya, yang walaupun sedikit gelap namun mulus itu
terpampang jelas di mataku. Tampak raut wajah Kak Tina berubah. Jantungku berdebar kencang. Kejantananku yang semakin matang
terasa mengeras, apalagi karena aku memang ingin pipis. Aku tak protes. Juga Nick Carter. “Atau…”, Kak Tina memandangku, lalu tersenyum lebar, “Kamu mimpi basah ya, Sapto?”. Aku segera menyudahi keasyikanku. Ternyata Kak Tina tidak terpengaruh. Dapat kurasakan kehangatan dada
perawannya. nggak mungkin, nggak mungkin aku ngompol!





















