Gila aja. sudah lama kau datang?” kata Mama dengan ekspresi malu. Bokep ojol Pandanganku kualihkan ke lemari es. Mataku langsung menatap ke arah kontolnya. Semua orang sudah tidur kayaknya. Entar aku jadi incest lagi. Segala biaya hidupnya, Mamaku yang nanggung. Lagian kelakuanku dan adik-adikku juga enggak beda-beda amat sama Mama. Sadis. Rasanya malam itu aku susah untuk tidur. Tapi dia masih duduk di semester dua. Dan selama rentang waktu itu, aku jadi pengamat selangkangan Willy jadinya. Dari banyak cowok, si Willy yang paling sering dibawa Mama ke rumah. Dia tak menggenakan pakaian apapun menutupi tubuhnya. Meski penasaran, enggak mungkin kan aku permisi ke dia buat liat kontolnya. Bisa berabe nih. Willy tersenyum memandangku. “Gila lo. Iya,” sahutku sambil mengangguk. Entah kenapa nafsuku terasa menggelegak melihat kontol itu menyemburkan spermanya yang deras berulang-ulang. “Ngg.. Jangan salah sangka dulu men.




















