Aku merutuki diriku sendiri. Bokep hijab Sangat berbeda dengan ketika kukenal ia 2 tahun yang lalu. Tidak sampai satu menit ia sudah masuk dan mengunci pintu ruanganku. Ketiga temanku berhasil mendapatkan DFA di sana. 15 menit dan ia telah duduk kembali di mejanya.Pukul 12.00 waktu makan siang. “Telepon Pak Ricky, dari Felly.”
Shit..! Aku benar-benar tidak kuat untuk stir mobilku. Aku tidak tahu namanya, menurutku itu daster.Tampak dewasa sekali ia. Itu yang ada di otakku. Tapi entah mengapa hatiku (Sebagian temanku bilang aku tidak punya.. Entah kapan ia mengambil kunci wrenglerku. Yang aku tidak habis pikir, besok bila Felly menelponku, aku akan memberinya sejuta alasan masuk akal tentang kemangkiranku dan dia akan memaafkan. segala macam perasaan bercampur aduk di kepalaku. “Anyway, apa artinya aku ini. Sudah capek aku menasehatimu, tapi kelakuannmu tidak juga berubah.”
“Okay Fel, Thanks and sorry for every trouble you got,” kataku sambil bediri, bersiap untuk pulang.Ketika melewatinya ia menangkap tanganku.




















