MmmhhhKeenakan dia Pa. Sudah lama sekali kamu tidak bimbingan.Maaf, Pak. Bokep indo terbaru Bagas tiba-tiba menyerahkan selembar kertas dan sebuah bolpoin ke hadapanku. Aku mengetuk pintu tiga kali dan menunggu dengan gelisah.Ya, masuk.Aku merapal kalimat-kalimat penguat di dalam hati. Ragu-ragu, aku membuka kait rok-ku tanpa menurunkan resletingnya.Buka buruan!Setelah mendengar Gilang berteriak, aku menurunkan resleting rok-ku dan membiarkan pakaian luar terakhirku jatuh ke lantai. Biar gampang dibuka kali tuh.Hari ini aku memang sengaja mengenakan flared skirt selutut agar terkesan manis namun tetap sopan. aku meracau ketika aku merasa benar-benar keenakan dengan tangan lihai Pak Darmawan. Gak ada yang instan, Tan. Ternyata mereka sudah mempersiapkan hal ini matang-matang.Bagas menarik kertas tersebut dari hadapanku setelah aku selesai menandatanganinya. Jadi, kamu gak usah buat skripsi. Gilang ikut-ikutan mengompori.Dengan menahan malu, aku mengangguk pelan lalu menundukkan kepala.Jawab yang sopan, goblok!




















