Aku angkat badanku. Bokepindo Ibu aku rebahkan di tempat tidur. Aku remas pantatnya yang bahenol. “Buu Tomy mau keluaar buu…, Aduuh buu.., enaak bangeet”. Aku dan ibu mertuaku berangkulan, berciuman dengan lembut penuh kerinduan. “Masukkan separo saja Tom. Mungkin karena curian ini ya buu, bukan miliknya…,
Punya bapaknya kok dimakan. “Aah nggak tahu ah…, udaah…, udaah…, nanti kalau keterusan kan nggak baik. Tetapi aku selalu menaruh hormat kepada ayah dan ibu mertuaku. “Okey, Tom. Aku semakin ngotot menyetubuhi ibu mertuaku, mencoblos vagina ibu mertuaku yang licin, yang tebal, yang sempit (karena sudah kontraksi mau puncak). Napas yang tadi hampir terputus semakin menurun. Mungkin terpengaruh juga karena aku sudah satu minggu tidak bersetubuh dengan istriku. Nanti kalau nabrak-nabrak dikiranya nyetir sambil pacaran ama ibu mertuanya. Tapi terus terang aja Toom.., Ibu jadi kayak orang jatuh cinta sama kamu.., Kalau udah begini, udah naik begini, ibu jadi pengin ngeloni kamu Tom…, Tom kita cepat pulang saja yaa…, Nanti diterusin dirumah…,




















