Tarian gemulai itu semakin memancing hasrat, Ayu memang bekas penari latar yang piawai. “Uahh..” Orgasme telah diraihnya. Bokef “Hai Luisa, kita sudah nunggu kamu dari tadi loh,” sapa Sari yang memakai CD merah dan BH hitam, kontras banget tapi seksi banget. ah..,” jerit Ricko dan Luisa bebarengan. Luisa berbaring di ranjangnya berselimut tebal. Sejak sore tadi hujan menggericik tak deras. “Nah, gimana nih? emhh..” Gadis itu terduduk dan menyingkap selimut tebalnya. Mata Luisa memandang sayu kepada Lia yang berdiri di atasnya. Wajah gadis itu cantik. Berulang kali Luisa mencapai puncak asmaranya, berulang kali pula mani Ricko muncrat ke liang vaginanya. Kadangkala mengigau sambil senyum-senyum sendiri. Mata Luisa memedar berbinar-binar ke seluruh ruangan. Sesekali kain selimut tersingkap sehingga beberapa bagian tubuhnya yang tak berbusana nampak dari luar.“Ahh.. “Uahh..” Orgasme telah diraihnya. Tarian gemulai itu semakin memancing hasrat, Ayu memang bekas penari latar yang piawai. Batang dildo itu masih menancap di pussy-nya.




















