“Gak papa Bud, kan nanti bisa lagi.” Kataku. Cowok ini langsung bikin aku tertarik. Bokep jilbab “Kenapa? Tidak sperti wanita yang bisa melihat samping kanan kiri walau dia sedang menatap lurus kedepan.Kucolek pinggangnya. Ingin rasanya aku teriak menikmati kenikmatan itu. Boleh minta no hp nya?” Kataku. “Eh teteh, boleh.” Jawab nya terlihat sedikit kaget mendengar todonganku, lalu dia mengotak atik hp nya lalu menyerahkan padaku. “Itu yang rambutnya cepak pinggir-pinggirnya.” Jawabku.Farel terlihat berfikir dan mengingat-ingat. Kebanyakan belum bisa mengatur nafsunya.“Aghhh teteh maaf.” Katanya sambil membalikan tubuhku. Ahhahaaa mungkin takut membangunkan anak-anak yang sedang lelap tertidur.Setelah malam itu, kami jadi semakin dekat dan sering ngentod. “Kapan Budi kesini lagi?” Tanyaku. Nafasku memburu. Aku bilang aja, kalo emang kelakuan teteh tuh ga ada malunya, aurat diliat-liat. Dan crooottt, crooottt.. Hingga suatu hari, pembicaraan kami mengarah pada selangkangan.




















