Imel mengganti posisi duduknya menjadi meringkuk, kakinya ditekuk di depan dadanya. Kurasakan cairan kemaluannya deras mengalir dan kuhisap dengan penuh kepuasan.“Son… masukin sekarang.. Bokep barat “Ok, tenang aja..” aku segera meraih dompetku dan mengeluarkan kondom yang selalu kusiapkan di situ. “Sofa kamu funky banget warnanya”, Imel rupanya tertarik pada sofaku yang berwarna kuning itu. Aku mengantarkan Imel ke bawah dan di tangga Imel sempat berbisik, “Son… sofanya jangan kamu ganti yah! Imel rebah menelungkup dengan tubuhku di atasnya. Imel mengganti posisi duduknya menjadi meringkuk, kakinya ditekuk di depan dadanya. Kedua lengan Imel terlihat kencang dan pundaknya tampak cukup atletis (belakangan aku baru tahu kalau Imel punya hobby diving/menyelam). “Eh sorry, aku juga punya sofa warna kuning di apartemenku di Singapur”, kata Imel sambil mengganti posisi duduknya. Terlihat peluh membasahi wajahnya yang makin memerah.Sesaat kemudian dia berbisik kepadaku, “Faster… sayang… lebih cepat!” suaranya dibarengi deru nafas yang memburu.




















