Tak kusadari lagi sekelilingku oleh gelombang kenikmatan yang mendera seluruh urat syaraf di tubuhku yang semakin tinggi.Aku berhenti sejenak meraba payudaranya. Aku sudah berusaha semaksimal untuk menahan ejakulasi. Bokeb Mungkin dipelihara, pikirku dalam hati. Sedikit demi sedikit wajahnya bergerak.Pertama, ia cium bibirku dari sebelah kiri lalu turun ke bawah. Pada saat aku memasukkan kedua jariku, Siska tampak melengkuh dan mendesah pelan. Sambil tetap digenggamnya batang kemaluanku yang sudah lemas, Siska beranjak ke atas melumat bibirku, masih terasa spermaku. Sekali lagi, aku menengok ke kiri melihat wajahnya yang bulat dengan bola mata yang berwarna coklat, dia menatapku tajam dan serius sekali.“Sekarang?” tanyaku sambil menatap matanya, dan dia menganguk pelan.“OK, kamu boleh ‘sun’ aku,” jawabku sambil kembali ke jalanan.Beberapa detik kemudian dia beranjak dari tempat duduknya dan mengambil posisi untuk memberi sebuah “sun” di pipi kiriku. Saat itulah kurasakan kepala kejantananku menyentuh bagian lidahnya.Tubuhku bergetar sesaat dan terdengar suara khas dari mulut Siska.




















