“Aduh!”“Awas Pak!”, teriak Darmi ambil lari mengejar mertuanya.Darmi sangat kawatir melihat mertuanya jatuh terkapar. Di halaman belakang, Darmi mengenakan daster lengan pendek, di mana payudaranya menonjol besar, pantat menggelembung dan perut yang mulai membusung karena kehamilan di atas 7 bulan.Di teras belakang diam-diam Pak Totok mengagumi tubuh menantunya, walau tidak sesingset body Susan. Bokepindo Dia dengan telaten menopang punggung Pak Totok dan membimbingnya masuk ke rumah. Tapi Darmi pura-pura tidak memperhatikan tonjolan itu. Pak Totok memang sangat dekat dengan keponakannya itu, walau keduanya pernah punya masalah. “Aduh!”“Awas Pak!”, teriak Darmi ambil lari mengejar mertuanya.Darmi sangat kawatir melihat mertuanya jatuh terkapar. Nafasnya terengah, tapi dia membiarkan wanita itu mengurut pantatnya. Sorenya, Pak Totok bagai mendapat durian runtuh. Tapi gak begitu kok. Dia pergi ke Pak Totok atas rekomendasi suami temannya, yaitu keponakan Pak Totok tadi.




















