Lalu aku memperkosanya sekali lagi, tidak peduli apa hari besok mau Indonesian Idol kek, mau wisuda kek, yang penting aku bisa menyetubuhi Rini sesukaku sekarang ini dan selamanya….,,,,,,,,,,,,, “Rini? Bokep asia Aku agak kaget dan langsung membuka detikHot lewat ponselku. Akupun berlari ke arah dia. “Kamu gak papa?” tanyaku sekali lagi. Kini tubuhnya lemas lunglai, kakinya lemas dan tangannya sudah tidak memukul-mukuliku. Rini tersenyum, “udah gak papa kok, makasih ya…” balasnya. Aku menggendong Rini yang masih pingsan, lalu kubawa dia ke hotel tempat ia menginap. Terus terang aku masih ragu-ragu sih dalam memanage waktuku, biarlah besok-besok aku ingin berkonsultasi dengannya.3 hari kemudian aku memutuskan untuk berkonsultasi dengan Rini. Aku mencium vaginanya yang masih ditutupi celana dalam sambil menjilatinya. “Kamu gak papa?” tanyaku sekali lagi. Kulihat darah menetes, penisku terasa panas sekali, benar-benar ketat dan panas. Ini kesempatan bagiku, dengan gesit tanganku merebut celana dalamnya, lalu kupaksa melepaskannya sambil mengelitiki clitorisnya dengan kasar. Namun tak lama aku jenuh, bosan




















